Pantai Matras

Pantai landai berpasir putih halus sepanjang 3 km dilatarbelakangi pepohonan kelapa dan aliran sungai alami. Karena keindahannya, pantai ini sering disebut pantai surga.

Parai Beach Resort

Terletak di desa Matras, kelurahan Sinar Jaya, kecamatan Sungailiat. Pantai ini telah dilengkapi fasilitas wisata dengan klasifikasi hotel berbintang empat dan berbagai sarana hiburan.

Pantai Pasir Padi

Pasir Padi merupakan salah satu pantai menawan di pulau Bangka. Terletak di desa Air Itam Pangkalpinang dan hanya berjarak kurang lebih 8km dari pusat ibukota Propinsi Bangka Belitung.

Pantai Ketawai

Berada di pulau Ketawai, masuk wilayah desa Kurau kecamatan Koba kabupaten Bangka Tengah. Pulau ini berbentuk elips dan untuk mengelilingi pulau ini hanya diperlukan waktu sekitar 45 menit dengan jalan kaki. Hampir seluruh pulau dipenuhi pohon kelapa.

Pantai Romodong

Berada di Belinyu sekitar 77 km dari Sungailiat. Panjang keseluruhan pantai mencapai 4 km. Lautnya landai, berpasir putih dan halus. Airnya bening bak kristal.

Tampilkan postingan dengan label Uncategorized. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Uncategorized. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Maret 2014

Woy,, Dia Datang Lagi!!

Welcome bat..!!

Sahabat Bloggers.. ternyata sudah lama banget saya gak nulis. teritung tiga tahunan lah, ckckck.. (sebenernya sih dua tahun,, cuma biar agak didramatisir aja, hehe) kemana aja nih? liat-liat blog sendiri aja jarang bener,, boro-boro mau tandang ke blog sebelah, ckckck...

Tapi itulah kehidupan ternyata (minimal kehidupan saya,,), ya ya ya... terkadang sukar ditebak kapan 'mood'nya atau emang lagi konsisten nulis kali.

Sebenernya gak juga sih bat.. (baca: sahabat), beberapa saat kemaren lagi fokus aja di kerjaan, jadi yaaaa....,, rada sibuk dikit gitu n gak sempet mampir. Lha, sibuknya nya kan dikit, kok ampe 3 x ulang tahun ya? hadeuh.. 

owh itu, saya kan lagi sibuk jadi pengantin baru kemaren,, jadi yaaa, banyak kesibukan lah.. tau sendiri lah jadi pengantin baru gimana?? ya kan? iya iya, kayak udah meried aja ente bat. 

Eits, jangan salah.. kita juga jadi pengantin,, tapi masih bisa lah buka blog, gak sampe taunan gini malah... Hehe,,, iya sih.. tapiii.. eee, gini, apa ya,, nganu.. eee.. ahh.. udah ah, gak usah dilanjutin. Nanti capek buat bahan ngelesnya. Mending kita bahas yang lain aja key? Mantaf.. Nah nah,, ada disebutin ulang tahun tuh barusan,, mending kita bahas tuh.. yuk mari.. 

tau gak? slidik punya slidik (gak perlu pake FBI segala kok), sebenernya sebentar lagi saya ulang tahun lho (via Masehi). yahh, sekitar 4 minggu an lebih lah. Tepatnya tanggal paling bungsu di Maret ini. tanggal berapakah itu?? 28, 29, 30, atau 31.

Tara....,,,,!!! yak, yak bener sekali, 31..!! yang salah jawab kelewatan!! apalagi yang bilang tanggal 28, kelewatan sangat tuh malah. emang ada Maret cuma sampe 28,, yang ada juga di bulan Agustus om,,, ckckck.. gak pernah masuk teka sih..

tapi gak apa-apa, ngapain pusing juga mikirin tanggal lahir orang, ya gak bat?? nah nah,, masih ada juga yang tanya bat itu apa an?? baca lagi di atas ya.. 

Tapi ya seenggak-enggaknya lah, namanya juga sahabat. kalo ada dari sahabat yang punya waktu buat ngucapin. bisa kok di buku tamu kita, ato di twitter saya, ato di pesbuk. apalagi kalo kirim kado, makin mantaf dah.. 

sstttt..!! jangan bilang ngarep ya ini,, gak segitunya kok.. tapi setengah maksa.. hahaha...

udah, kadonya gak usah dipikirin dah. Ini mulai rada serius nih. tak kasih dispensasi.. dari kecil gak pernah yang kayak gitu an juga soalnya. huhuhu... kita ini makekuba bat. tau kan makekuba? yak.. cari tau sendiri dah.

Yang jelas, saya udah bisa n mau balik lagi ngelietin blog ini aja udah saya syukuri banget lho bat. semoga kedepannya saya bisa terus nulis, baik yang agak berbobot maupun yang rada 'ngacau'. Yang murni ide sendiri maupun dari hasil jerih payah orang lain. Merdeka..!!

Terakhir. saya pengen sambutan dari para sahabat dong. ucapin apa kek, welcome, selamat datang kembali, jangan pergi lagi plizz, i miss u, we love you,, ato apa lah yang bisa bikin hati ini berdegub kencang kayak lagunya Blink yang gini 'dag dig dug hati ku.. dag dig dug hati kuuuuuuu...',,, hahahaha,, halaaahh...

Terakhir, ini terakhir beneran bat (beda sama bos saya kalo ngomong terakhir itu udah dikalkulasi sama temen artinya masih ada waktu setengah jam an buat ngoceh, ckckck), mari saling berbagi kebaikan di seantero jagat raya,, salam blogger.. 

Sabtu, 11 Juni 2011

Nurlena oh Nurlena, Siapakah Dirimu?

Kisah ini serasa beberapa tahun yang lalu. Awal ceritanya, saat itu aku sedang berada dalam sebuah angkutan kota (angkot) yang sedang mengantri menunggu penumpang yang lainnya di sebuah terminal. Saat itu aku mengambil bangku bagian belakang yang masih kosong, karena bagian depan dan tengah telah terisi penumpang. Tak lama kemudian masuk seorang anak kecil laki-laki yang menurut perkiraanku masih duduk dibangku Sekolah Dasar. Anak kecil itu mengambil posisi bangku belakang juga. Aku memang kurang suka duduk di bagian paling kanan belakang dengan alasan tempatnya gak nyaman dan susah jika ingin turun. Maka akupun memberi jalan masuk untuk si anak mengambil bangku pojok itu.

Benar saja, menunggu seperti ini memang benar pekerjaan yang membosankan, ku ambil sebuah koran yang tergeletak di sampingku. Ku perhatikan koran ini, koran lokal yang sedikit tergulung. Tak tau apakah koran ini ketinggalan atau sengaja ditinggalkan pemiliknya. Ku baca headline, kemudian ku bolak-balik halamannya, tapi rasanya tak ada yang menarik atau mungkin aku yang malas membacanya. Maklum cuaca menjelang sore ini memang sedikit panas.

"Pir, dah mau berangkat belum? Panas nech. Berangkat yuk.!!". Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang duduk ditengah memecah suasana.

"Iya,bentar lagi". Sahut sang sopir yang sedari tadi ngobrol bersama rekan-rekannya yang lain sambil sesekali mengeluarkan asap rokok dari hidung dan mulutnya. Tak jarang ia berteriak memanggil calon penumpang untuk naik ke angkotnya.

Ku temukan teka-teki silang pada sebuah halaman. Sebagian besar telah diisi oleh pemiliknya. Aku pun segera mengambil pena yang memang selalu ku simpan di saku celana dan segera mencoba mengisi teka-teki silang yang masih kosong. Lumayan untuk modal menunggu keberangkatan. Sementara anak kecil yang disebelahku sedang asik mendengarkan musik lewat headsetnya sembari memejamkan mata. Kaki kanannya ditekuk dan ditumpukan pada bangku yang ia duduki. Alangkah senang anak ini, gumamku. Aku sendiri tak mengerti apa maksud ucapanku. Aku hanya tersenyum dan melanjutkan fokus pada halaman teka-teki ini.

Tak beberapa lama kemudian, muncul seorang perempuan berjilbab naik dan mengambil bangku belakang. Sama seperti sebelumnya, sambil tersenyum aku juga mempersilahkan sang perempuan untuk duduk di antara aku dan si anak kecil. Dibalas oleh perempuan berjilbab berdengan senyuman sambil terdengar mengucapkan terima kasih. Subhanallah.., sungguh manis tutur dan senyumannya. Perempuan ini masih muda, wajahnya putih bersih, tinggi semampai dan terlihat sangat anggun. Ya allah.., hatiku berkata. Jantungku sedikit berdegub. Rasanya aku benar-benar mengaguminya.



Konsentrasiku pecah, tak lagi fokus pada teka-teki silang ini. Hanya pura-pura berfikir, namun sebenarnya memikirkan perempuan disampingku ini. Sesekali mata ini mencoba mencari kesempatan melirik keindahan ciptaan Tuhan ini. Rasanya ingin menyapa, tapi kekuatan itu serasa hilang. Ah.., terkadang benci dengan perasaan ini. 

Tapi, tak tau darimana datangnya keberanian ini. Tiba-tiba saja muncul kata-kata dari bibirku.
"Mau pulang ya?". Sapaku pelan.
"Iya bang". Sahutnya. Saat itu ku beranikan menatap wajahnya. Ku perhatikan giginya yang putih dan rapi serta senyumnya yang... Subhanallah..., benar-benar manis. Entah berapa kali aku memuji keagungan sang pencipta. Ya Allah, sungguh sempurna Engkau menciptakan mahlukmu yang satu ini.

"Habis pulang kuliah ya? Atau pulang kerja?". Lanjutku.
"Pulang kerja bang". Jawabnya.
"Abang sendiri dari mana?". Dia balik bertanya.
Dan sekarang akupun sudah mulai bisa mengendalikan kegugupanku. Dalam beberapa saat, kami sudah tenggelam dalam obrolan seputar pekerjaan masing-masing. Bersamaan dengan keberangkatan mobil yang kami tumpangi. Angin yang masuk pun membuat cuaca semakin sejuk. Sementara anak kecil yang duduk paling pojok tadi terlihat masih terus asik dengan dunianya.

Ngomong-ngomong, kita belum kenalan ya. Namanya siapa?".  Akhirnya keluar juga bagian yang aku tunggu-tunggu.

"Nur bang...".Jawabnya pelan.
"Siapa?". Tanyaku masih ragu.
"Nur..". Jawabnya lagi. Sembari ia meminjam pena yang dari tadi kugunakan untuk mengisi teka-teki.

NURLENA. Nama itu ditulisnya pada bagain kosong sebuah halaman koran yang tadi ku pegang. Akupun tak lupa ikut mengejanya.

"Kalau abang?". Tanyanya balik.

Ku ambil pena dan korannya, lantas ku tuliskan namaku di sebelah namanya. Lantas ku tunjukkan padanya. Dan ia pun membacanya.


"Ulang tahunnya kapan?". tanyaku makin penasaran.

Sembari tersenyum, diambilnya lagi pena ditanganku dan kemudian ia menuliskan tanggal lahirnya. Kulihat ia menulis.

28 September.

"Tahunnya?".
"Kira-kira aja". Jawabnya sambil tertawa kecil dan memberikan pena itu padaku. Dan pujian itu kini keluar dari bibirku. Terang-terangan.
"Subhanallah..". Gumamku. Perempuan ini benar-benar cantik, andai saja.....,hmm.
"Kenapa?" Tanyanya.
"Gak pa pa kok". Jawabku malu.
"Ayolah...,kok gak sekalian?". Lanjutku. Namun hanya di balasnya dengan geleng-geleng kecil dan sebuah senyuman.
"Kira-kira yach". Ku sedikit berfikir.

Lantas ku tambahkan 1987 pada tulisannya tadi.
"87 ya? atau 88?".
Dijawabnya dengan senyuman dan anggukan pelan.
"Owh, 88...". Lantas ku ubah angka 7 nya menjadi 8.

"Masih muda ya. Nurlena, 28 September 1988". lanjutku.
Sambil tersenyum iapun mengangguk dan balik bertanya. Lantas segera kutuliskan tanggal lahirku.

Percakapan pun sempat terhenti ketika ada penumpang yang turun diikuti si anak kecil tadi beberapa saat kemudian. Kamipun memberi ruang untuknya keluar. Setelah mobil kembali berjalan, percakapan kami pun berlanjut. Apa yang bisa menjadi bahan pun akan aku utarakan demi terus menghidupkan suasana, dan si perempuan pun terlihat makin santai dan nyaman dengan orolan kami. Saat itu hati ini benar-benar bahagia, rasanya tak ingin mobil ini segera sampai ke tujuan. Masih ingin ngobrol lama dengan perempuan cantik ini.

Namun akhirnya aku hampir sampai, dan aku segera pamit padanya.
"Rumahnya dimana bang?". tanyanya.
"Tuh di depan, ada persimpangan. Yuk mampir". Basa-basiku.
"Boleh lah bang,". Jawabnya.
Aku kaget bukan kepayang, karena tak menyangka perempuan ini akan menjawab seperti itu. Benarkah ia benar-benar akan mampir? Kan baru saja kami kenalan? Apa yang akan ku kasih tau ma orang tuaku nanti? Benakku bertanya-tanya. Tapi apa mau dikata atau mungkin jaga gengsi karena tadi dah nawarin. Akhirnya aku memastikan niatnya.

"Serius?" Tanyaku meyakinkan.
""Iya bang? Gak boleh ya? Kalo gak boleh gak pa pa kok".
"Owh, boleh, boleh kok. Yuk...". Jawabku antara terkejut, bingung bercampur senang.


Akhirnya, setelah membayar ongkos. Kamipun menyusuri jalan menuju rumahku yang terhitung masih jarang penduduknya.

""Jauh gak bang?". Tanyanya.
"Lumayan sech, 400 meter an lah".
""Owh, gak begitulah. Biasanya Nur berjalan lebih jauh dari ini". Tuturnya.

Dan percakapanpun berlanjut. Sesekali kami tertawa jika ada bahan candaan yang kukeluarkan.

"Kamu sungguh cantik ya Nur, beruntung sekali orang yang mendapatkanmu". Puji ku yang disambutnya dengan ucapan terimakasih dan tentu saja senyum manisnya.

Kini aku sudah berani memuji kecantikannya secara terang-terangan. Aku semakin yakin dan tak ragu-ragu lagi. Apalagi dia udah mau mampir kerumah. Hanya yang masih tak habis pikir adalah ketika ia mau mampir kerumahku. Apa yang bakal ku bilang sama orang tuaku yah nanti?

"Nah kita dah sampai Nur, Selamat datang dirumah abang".
"Assalamu'alakum...". Sapa ku pada empunya rumah.
"Waalaikumsalam...". Suara dari dalam menyambutku sembari membuka kan pintu yang tak lain adalah ibuku .
"Eh, dah pulang nich anak ku". Sapanya lembut.
"Udah bu, eh kenalkan ini temenku Nur". Jawabku sambil tersenyum senang.
Namun alangkah terkejutnya saat ku menoleh tak kutemukan Nur, perempuan yang dari tadi bersamaku. Ku perhatikan sekelilingku, namun tak kutemukan siapa-siapa.

"Nur... Nur". Teriak ku mulai kawatir.
"Nur mana? Jangan ngaco ah. Dari tadi gak ada siapa-siapa kok. Ibu juga meratiin dari dalam kami sendirian tadi pas kamu nyampe kok". Katanya yakin.
"Tadi ada bu, wong tadi kami satu angkot kok". Ujarku mencoba meyakinin sembari terus hilir mudik mencari si peremupan.
"Ah, udah ah jangan ngaco, yuk masuk. Gak ada siapa-siapa kok". Seraya menarik tanganku yang masih diliputi rasa bingung.

"Kemana ya dia tadi? Kok gak ada? Ya Allah.. dimana dan siapakah dia tadi?" Benak ku terus bertanya-tanya.


Tak lama kemudian, aku terjaga. Kulihat jam dinding pukul 07.20. Ternyata semua ini hanya mimpi.
Nurlena oh Nurlena, ckckckck.

Rabu, 30 Maret 2011

Ada-ada Saja, Rumah Terbalik Pertama di Dunia

Melihat rumah ini kau akan berpikir dunia ini sudah terbalik. Berdiri di atas atap dan didukung oleh balok baja di LOTENG, Mangkuk di meja dapur yang menggantung di atas kepala, memiliki terbalik dapur, kamar mandi, ruang keluarga dan ruang tidur dan rumah Itu juga dibangun sedikit miring.


Rumah aneh yang terbalik itu dibuat atas bekas sebuah kebun binatang di Jerman. Atap diperkuat dengan baja.

Tukang kayu bernama Gerhard asal Gettorf, Jerman dan rekan-rekannya Gesellse Splettstößer dan Manfred Kolax meletakkan bangunan biasa bersama-sama. “Ini adalah tantangan bagi kami,” kata Mordhorst kata. ”Anda harus selalu berpikir tentang bayangan cermin".

Seorang pengunjung bingung dengan dapur dan kamar mandi di dalam yang tidak biasa.

Meja makan terbalik: Semua ruang makan dan peralatan terbalik.

Rumah gila ini Mengingatkan kita pada sebuah rumah yang dijelaskan dalam Roald Dahl anak-anak dari buku The Twits. Dalam cerita anak-anak sekelompok monyet dipaksa untuk menggantung terbalik oleh pemiliknya. Rumah gila ini dianggap oleh investor Hamburg Dirk Oster sangat menarik pengunjung. Dia akan membukanya untuk umum pada 30 Maret 2010.

Anda tertarik untuk berkreasi?? hmmm...

Sumber: http://terselubung.blogspot.com/2010/03/design-rumah-terbalik-pertama-di-dunia.html

Sabtu, 19 Februari 2011

Tulisan Akhir Pekan

Uhuy.....
Akhirnya akhir pekan datang juga. Setelah 5 hari terakhir berkelut dengan pekerjaan yang udah deadline. Mana semalem harus lembur. ckckckck..., Capek dweh. Tapi gak papalah. Namanya juga kerja. Lo gak kerja malah makin pusing kan? Gimana mo makan? Mo beli bensin? Mo jalan-jalan? Mo isi pulsa buat modem? Mo.. mo.. mo... mo apa aja deh, ya gak? repot kan? hihihi... Kok jadi curhat yach?

Sebenernya bukan curhat, tapi... ya intinya gitu deh. Mo berbagi aja ni unek-unek di otak. N sekarang alhamdulillah.. ada weekend, ada laptop, ada modem n jaringan tentunya. Jadi bisa lebih leluasa ngotak ngatik ni blog, hehehe.. Tapi, sayangnya,, saat saya nulis ini listrik lagi mati. Nah lu, artinya kudu siap-siap n pasrah aja lo tiba-tiba ni laptop mati ndiri karana kehabisan bahan bakar,hehehe.

Eh, ngomong-ngomong bahan bakar? di tempat sobat bahan bakar susah gak sech dapet nya? Soalnya lo di tempat saya ni bahan bakar khususnya premium langka banget. Harus ngantri lama banget tuk dapetin tu bahan bakar, ckckck. Apalagi yang pake mobil, antriannya bisa 1 kilo an,,, kilometer maksudnya. bukan kilogram, hehehe. N orang rela antri berjam-jam untuk mendapatkannya, ckckck.. Lo mo ganti Pertamax yang katanya bersih banget tuch, kita harap maklum. Dengan harga yang 'ngelunjak' gitu, hmm... mikir juga sech meski gak perlu ngantri lama.

Lo saya jujur aja, semenjak BBM langka n mesti ngantri gitu sekarang rajin beli premiumnya di eceran. Bukannya sok, tapi ya mo gimana lagi, mo ikutan ngantri pagi-pagi pasti bakalan gak sempet karna mesti kerja. Jadi deh eceran sasarannya. Meski lebih mahal, tapi paling gak, gak semahal Pertamax gitu, hehehe. Mikir juga duitnya brow,hehehe...

Tapi udahlah, males juga mikirin listrik n BBM gitu, ntar jadi BBM beneran.. bener-bener mabok, hahahhaha... Eh, tapi kalo lostrik perlu dipikirin nech.. dah siang gini belum nyala-nyala juga, ckckck.. gimana mo nyuci? ngecas? ckckckckck.... PLN oh PLN... kapan sech pelayananmu bisa mantaf? Padahal aku gak pernah telat bayar listrik? ckckck...

Tapi, sekali lagi ya udahlah, mo gimana lagi? Mending coba bertahan dengan batere yang tersisa untuk browsing-browsing n walking-walking ke blog rekan. Sekalian Facebookan juga donk, hehehe... Mantaf dah.

Key ya rekan-rekan, udah dulu curhat atau apa aja namanya. Met berakhir pekan n tetep berkarya. wew.. makin manchaaappp...

Selasa, 07 Desember 2010

Muncul Lagi

Assalamualaikum teman-teman blogger...

setelah lama menghilang di dunia blogger karena ada masalah teknis di akun yang lama...
maka bertepatan dengan 1 Muharam 1432H/ 7 Desember 2010 saya
coba bikin blog baru nech...
mudah-mudahan bisa eksis lagi yach... mohon bantuan n doanya ya teman-teman...
tak lupa mo ngucapin met tahun baru 1 Muharam 1432H buat seluruh umat muslim ya...
semoga tahun ini kita semua lebih baik dari tahun kemarin.... aminnnn.......... n mantaf....

Wassalam...

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

DAN BERCERMINLAH..., KARENA DENGAN BERCERMIN KITA BISA MERUBAH DIRI

Kata Mutiara

"Jangan terlalu berlebihan memuji seseorang, karena kita akan merasa malu ketika suatu saat harus mengakui kekurangannya.
dan jangan terlalu berlebihan menghujat seseorang, karena kita akan menjadi risih ketika suatu saat harus mengagungkan kelebihannya"