Kesebelasan Al Ain, Uni Emirat Arab berhasil mengalahkan tim tuan rumah Sriwijaya Football Club pada babak penyisihan Liga Champions Asia, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu, dengan skor akhir 4-0.
Kesebelasan tuan rumah yang diperkuat Keith Kayamba Gumbs itu sering kewalahan menghadapi tim lawan yang dilatih Alexadre T Gallo itu.
Kendati sejak awal berusaha mengimbangi permainan lawan, tim tuan rumah nampak para pemainnya kelelahan secara fisik.
Akibatnya gempuran demi gempuran pemain lawan berhasil menjebol gawang Sriwijaya FC (SFC) yang dijaga Ferry Rotinsulu.
Gol Al Ain dua di antaranya diciptakan pada babak pertama dan dua lagi babak kedua pertandingan berlangsung.
Gol pertama Al Ain diciptakan melalui tendangan Omar Abdulrahman di menit ke 12 babak pertama pertandingan berlangsung.
Gol kedua Al Ain diciptakan Elias R pada menit 45 melalui tendangan penalti karena penjaga gawang SFC dianggap wasit melanggar pemain depan lawan di depan gawangnya.
Sementara gol ketiga dibobol Omar Abdulrahim setelah terjadi tendangan finalti pada menit ke 49.
Selanjutnya gol keempat tim tamu juga diciptakan Elias R dimenit ke 53 pertandingan babak kedua berlangsung.
Kekalahan ini membuat peluang SFC ke babak lanjutan Liga Champions Asia gagal, kendati dalam pertandingan sebelumnya berhasil menang dari kesebelasan Muangthong United Thailand dalam drama adu penalti dengan skor akhir 9-8 untuk SFC. (AntaraNews.com)
Sriwijaya FC memastikan diri maju ke final Play Off Grup Timur Liga Champions Asia atau AFC Champions League 2011 setelah klub berjuluk 'Laskar Wong Kito' ini mengungguli lawannya Muang Thong United dengan kemenangan 7-6 melalui drama adu penalti di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sabtu [12/2]. Selanjutnya, dengan kemenangan ini Sriwijaya FC akan menghadapi klub Uni Emirat Arab Al-Ain di Stadion Gelora Sriwijaya pada 19 Februari mendatang.
Dengan hasil ini, keinginan Sriwijaya FC untuk lolos ke babak utama Liga Champions Asia bersama Arema sebagai wakil Indonesia akan semakin besar. Bila mampu menyingkirkan Al-Ain, Sriwijaya FC akan masuk ke fase grup. Laskar Wong Kito bakal tampil di Grup F yang terdiri dari FC Seoul [Korsel], Hangzhou Greentown [Cina] dan Nagoya Grampus [Jepang].
Sejak peluit babak pertama ditiup tepat pukul 15.27 Wib, Tim anak asuhan Ivan Kolev yang berkostum kuning kuning ini langsung mendapat perlawanan yang sengit dari tim tamu yang tampil menyerang. Sriwijaya FC yang tidak di perkuat oleh Firman Utina dan Oktovianus Maniani yang absen karena bergabung bersama tim nasional berusaha mengimbangi permainan tim tamu. Dengan diperkuat Arif Suyono dan Keith Kayamba Gumbs yang tampil sebagai starter, tim tuan rumah memberikan perlawanan sengit dan membuat pertandingan semakin seru. Beberapa kali peluang tercipta oleh kedua tim, namun hingga turun minum tidak ada satu gol pun tercipta.
Sorak kegembiraan dari publik tuan rumah membahana setelah tendangan bebas Keith Kayamba pada menit ke-47 merobek jala kiper Muang, Kawin Thamsatchanan. Kedudukan 1-0 untuk keunggulan tim tuan rumah. Pertandingan semakin seru, tim tuan rumah maupun tim tamu terus berusaha tampil menyerang. Pada menit ke-81, Muang Thong berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas Datsakorn Thunglao yang gagal diantisipasi Fery Rotinsulu.
Pertandingan semakin sengit dan tergolong keras, tercatat delapan kartu kuning dan satu kartu merah dikeluarkan wasit dalam kurun waktu 90 menit pertandingan. Adalah Panupong Wongsa, pemain belakang Muang Thong United yang mendapatkan kartu merah pada masa injury time setelah dengan keras mengganjar laju Keith yang sedang membawa bola. Muang Thong harus bermain dengan sepuluh orang. Dengan skor 1-1 ini, pertandingan pun dilanjutkan melalui perpanjangan waktu.
Sriwijaya gagal memanfaatkan keuntungan jumlah pemain pada babak pertama perpanjangan waktu, bahkan publik tuan rumah dibuat bungkam setelah Muang Thong justru unggul lebih dulu melalui gol Teerasil Dangda saat pertandingan babak pertama perpanjangan waktu ini baru berjalan tiga menit. Sriwijaya FC terus mencoba bangkit menyerang. Hasilnya, pada menit ke-22 perpanjangan waktu setelah menerima umpan matang dari Budi Sudarsono yang menggantikan Arif Suyono pada menit ke-75, tandukan Thierry Gathussi berhasil menjebol gawang Muang Thong. Skor ini bertahan hingga perpanjangan waktu berakhir, dan laga diselesaikan melalui adu penalti.
Dalam adu penalti ini, tiga eksekutor Muang Thong United, Dagno Siaka, Christian Kouakou, dan Weerawut Kayem gagal menjalankan tugasnya. Begitu juga dengan dua legiun asing Sriwijaya, Claudiano Alves dan Thierry. Ahmad Jufriyanto yang menjadi eksekutor ketujuh menyelesaikan tugasnya dengan baik, sekaligus mengantarkan Sriwijaya FC ke final play-off Grup Timur.
Pemain naturalisasi indonesia yang satu ini kini memang menjadi idola baru masyarakat Indonesia. Baik yang hoby sepokbola, maupun yang tidak tau sama sekali tentang sepakbola. Ia menjadi berita yang sangat diminati setelah menyumbangkan gol pada penyisihan grup A Piala AFF Suzuki 2010 saat Indonesia menekuk Malaysia (5-1).
Ditambah lagi saat Indoneisa melibas Laos (6-0) di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Kepiawaiannya memainkan bola memang patut diacungi jempol. Apalagi ditambah dengan tampangnya yang ganteng,maka tak heran jika ia menjadi idola baru masyarakat Indonesia,terutama oleh kaum hawa. Ia kini tak bisa sebebas dulu bergerak, karena selalu ada para fans nya yang setia menuggu waktu luangnya sekedar meminta tanda tangan dan berfoto bersama.
 |
| Infan merayakan kesuksesannya setelah memasukkan bola ke gawang Laos |
Untuk mengenalnya lebih dekat, berikut ini profil Irfan Bachdim.
Nama lengkap : Irfan Haarys Bachdim
Tanggal lahir : 11 Agustus 1988 (umur 22)
Tempat lahir : Amsterdam, Belanda
Tinggi : 1.72 m (5 ft 8 in)
Posisi bermain : Gelandang, Striker
Klub saat ini Persema Malang
Nomor : 10
Klub Junior
Tahun Klub Tampil (Gol)
1999-2001 Ajax Amsterdam
2002 SV Argon
2003-2007 FC Utrecht
Klub Senior
2008-2009 FC Utrecht 1 (0)
2009 HFC Haarlem 0 (0)
2010Persema Malang 6 (3)
Tim nasional
2010- Flag of Indonesia.svg Indonesia 3 (1)
Badan Tim Nasional (BTN) bakal menambah amunisi pemain naturalisasi di tubuh timnas. Rencananya, sebanyak lima pemain asing siap menjadi warga negara Indonesia.
Indonesia baru memiliki seorang pemain naturalisasi, yakni Christian
Gonzales.
Kehadiran Gonzales mampu memberikan warna baru di lini depan timnas. Tidak bisa dipungkiri juga "El Loco", panggilannya, merupakan salah satu aktor penting di balik keberhasilan tim "Merah Putih" menembus babak semifinal Piala AFF 2010.
"Saya pikir adanya pemain naturalisasi cukup tepat. Karena itu, saya pikir kita perlu menambah pemain naturalisasi. Mereka rencananya untuk kualifikasi Piala Dunia 2014 dan SEA Games 2011. Saya akan bikin dua tim," ucap Deputi Bidang Teknis, Iman Arif, saat dihubungi Kompas.com.
Lima pemain yang bakal dinaturalisasi adalah Kim Jeffrey Kurniawan (Belanda), Raphael Maitimo (Belanda), Victor Igbonefo (Nigeria), Seme Patrick (Kamerun), Sergio van Dijkt (Belanda), dan Ponggue Marcial. Iman mengatakan, BTN dan PSSI sedang mengurus proses naturalisai kelima pemain tersebut.
"Kim dan Raphael sudah proses. Sisanya sedang diproses. Kalau sudah diproses berarti berkasnya sedang di Kementerian Hukum dan HAM serta Menpora. Tinggal menunggu tanda tangan menteri. Kim kalau enggak ada halangan sudah dapat paspor pekan depan," ujar Iman.
Dari lima nama tersebut, Victor dan Patrick sudah tidak asing lagi di sepak bola Indonesia. Victor merupakan bek Persipura Jayapura. Adapun Patrick bermain di Persema Malang.
"Saya dapat rekomendasi dari pelatih Jacksen F Tiago dan Timo. Saya pikir kita memang kekurangan pemain di sektor pertahanan," tutupnya.
sumber:http://bola.kompas.com/read/2010/12/08/15591514/BTN.Bakal.Naturalisasi.Lima.Pemain
Tim Merah Putih akhirnya meraih poin sempurna setelah 3 kali menang dalam penyisihan Grup A ajang Piala AFF Suzuki Cup 2010 setelah pada laga terakhir mengalahkan Thailand 2-1. Indonesia menjamu Thailand di Stadion Utama Golora Bung Karno, Senayan,
Jakarta, Selasa 7 Desember 2010. Thailand lebih mendominasi bermain menekan dari menit awal pertandingan, setidaknya memiliki tiga kesempatan emas pada paruh pertama pertandingan. Salah satunya ketika tandukan Suttinun Phukhom melewati kiper Markus Haris Maulana di menit ke-41. Untunglah Eka Ramdani berjaga-jaga di depan gawang dan mengusir bola secepat mungkin. Hingga turun minum tidak 1 gol pun tercipta dari kedua tim.
Pada paruh kedua pertandingan, Thailand bermain lebih menekan. Beberapa kali striker Kirai Keawsombut mengancam gawang Indonesia. Di menit ke-50, Markus membuat blunder ketika ia maju dan gagal menepis bola menyilang di kotak penalti. Datsakorn Thonglao langsung menyambut bola dengan tendangan keras, tapi untungnya Maman Abdurahman berada dalam posisi tepat dan menanduk tendangan lawan.
Pemain naturalisasi Indonesia, Irfan Haarys Bachdim digantikan Bambang Pamungkas pada menit ke-59 oleh Pelatih Alfred Riedl. Begitu juga pelatih Thailand, Bryan Robson mencoba melakukan perubahan dengan menarik playmaker Datsakorn Thonglao dan memasukkan pemain veteran berusia 37 tahun, Therdsak Chaiman pada menit 67. Ternyata perubahan itu langsung membuahkan hasil. Semenit kemudian, berawal dari umpan silang, Kirait berhasil memberikan umpan tandukan kepada bek sayap Suree Sukha yang langsung melepaskan tendangan voly yang gagal diantisipasi oleh Markus Horisan. Thailand pun memimpin 1-0.
Lima belas menit sebelum pertandingan usai, tensi serangan Indonesia memuncak. Pertahanan Thailand pun dibuat sedikit kocar kacir. Pemain naturalisasi Indonesia, Gonzales dijatuhkan ketika hendak mengejar bola di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih dan Bambang Pamungkas sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan dan berhasil menyaringkan bola ke gawang Thailand. Indonesia menyamai kedudukan 1-1 pada menit ke-80.
 |
| Bambang berhasil menjadi algojo dengan mengecoh kiper Sinthaweechai |
Dua menit menjelang bubar, Indonesia kembali mendapatkan penalti ketika tendangan Arif Suyono membentur tangan Panupong Wongsa di kotak penalti. Wasit kembali menunjuk titik putih dan lagi-lagi Bambang berhasil menjadi algojo dengan mengecoh kiper Sinthaweechai. Tambahan waktu 4 menit tidak merubah kedudukan Indonesia tetap unggul atas Thailand 2-1.
Dengan hasil ini, Thailand pun tersingkir dan harus pulang lebih awal karena di pertandingan lain Malaysia berhasil mengalahkan Laos. Malaysia berhasil mendampingi Indonesia ke final Piala AFF. Pada pertandingan terakhir Grup A di Stadion Jakabaring, Palembang, Selasa 7 Desember 2010, Malaysia menundukkan Laos 5-1.
Malaysia berada di urutan kedua dengan mengumpulkan nilai 4. Sedangkan Indonesia menjuarai Grup A dengan nilai sempurna, 9.
Malaysia: Terima Kasih Indonesia
Pelatih Malaysia, Rajagopal, tidak dapat menutupi kegembiraan setelah timnya menundukkan Laos 5-1 pada laga penentuan Piala AFF Grup A di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan. Kemenangan itu membawa Malaysia lolos ke babak berikutnya sebagai runner-up grup, mendampingi Indonesia yang juara grup. Kesuksesan Malaysia tak lepas dari kiprah Indonesia yang sukses mengalahkan Thailand 2-1 dan Gopal pun mengucapkan terima kasih atas kemenangan Indonesia. "Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah tim profesional. Kami mengucapkan terima kasih kepada Indonesia," ujarnya.
Kata Mutiara
"Jangan terlalu berlebihan memuji seseorang, karena kita akan merasa malu ketika suatu saat harus mengakui kekurangannya.
dan jangan terlalu berlebihan menghujat seseorang, karena kita akan menjadi risih ketika suatu saat harus mengagungkan kelebihannya"